Category Archives: cermin fiksi mini

Buyung-Buyung di Tepian Kereta

“Oommm….minta uangnya omm… Kasih uangnya, om, buat jajan…..” Suara-suara memelas itu menggelora begitu besar di luar jendela. Ada ketukan-ketukan memecah yang ikut pula mengiringi erangan-erangan kecil itu. Sang buyung yang ada di kursi dekat emaknya melesat rasa penasaran ingin melihat apa yang ada di luaran sana. Buyung mengernyit bingung melihat banyaknya teman-teman sepantarannya. Dalam kernyitnya, Buyung bertanya pada emaknya,, “Mak, itu siapa?” Belum lagi terjawab pertanyaan kernyitnya tersebut, Buyung melompat kaget mendengar kaca jendela kursinya tergedam cukup keras. “Minta uangnya [...]

Buyung-Buyung di Tepian Kereta

“Oommm….minta uangnya omm… Kasih uangnya, om, buat jajan…..” Suara-suara memelas itu menggelora begitu besar di luar jendela. Ada ketukan-ketukan memecah yang ikut pula mengiringi erangan-erangan kecil itu. Sang buyung yan…

Cerita Kecil di Sebuah Kafe

Di sebuah malam, aku duduk di pojok kafe. Menyantap hidangan Chocomelt  yang terasa lembut di lidah. Dan dengan leluasa mengamati segala polah pengunjung yang lain. Tertumbuk mataku dan menatap lekat pada sebuah kereta bayi, di dekat sekelompok orang yang sedang tertawa dan mengepulkan asap. Sebuah kereta bayi, di sebuah kafe, dengan orang-orang berasap, pukul sebelas malam. I think what I wanna think about. Sepertinya ada sebuah keluarga muda yang sedang nongkrong dengan kawan-kawannya. Ibu si bayi sedang mencoba membujuk si [...]

“today: Hari Tanpa TV!!! *20 Juli 2008*”

Suatu hari sepulang dari sekolah, seorang anak hendak menyalakan tivi di rumahnya. Penat dan bete sudah menggendoli kepalanya yang kepanasan, pengap, dan berdebu kena kabut hitam di jalanan. Tanpa melepas segala atribut penyeragaman pakaian yang harus dia pakai tiap hari kalau nggak pengen olahraga angkat satu kaki selama beberapa menit atau jam, atau malah olahraga otak buat mengakali para pakar ilmu pengetahuan yang ditaktor di sekolahnya. Baru beberapa menit dari cahaya kotak gambar berbunyi itu berpendar, sang ibu sudah meneriaki [...]

…Lelaki itu…

Semakin salut dengan lelaki itu. Tawanya pecah terdengar ketika aku baru saja menempatkan kereta bermotorku di pinggir jauh. Tak yakin tawa itu dari mulutnya, dan tak berani memastikan lewat mata secara langsung dari jauh, aku menenangkan diri di balik kereta mesin berbak belakang, sembari melepas segala atribut jalan. Kudengar lagi tawa itu bersambut. Dan kupastikan itu adalah suara yang kukenal, yang ada ketika nama dengan emoticon penuh senyum muncul di layar telepon genggamku. Segala kegelisahan yang terbawa sejak kudengar kabar [...]

Bocah, Sandal Jepit, dan Selokan Kecil

Kcipak-kcipak bunyi air di selokan kecil….sungguh merdu..apalagi angin sepoi meniup dedaunan padi di sawah-sawah sekelilingnya. Terduduk di bawah pohon besar, meneduhkanku dari mentari yang cukup memerah keringat. Arghh,,seorang bocah berdiri di tepi selokan itu,tak jauh dari tempatku bersandar. Rambutnya ikal pendek,,srasi dengan celana di atas lututnya,,memakai sandal jepit,,berdiri tepat benar benar di pinggiran selokan itu yang hanya berupa gundukan tanah. Sedikit saja lengah mungkin dia akan jatuh, saking dekatnya ia dengan lereng gundukan. Sekali-kali ia berjongkok, memainkan tangannya di dalam [...]

malam malam mencari kunang kunang

Gelap benar benar gelap. Pekat benar benar pekat. Namun di balik dedaunan padi itu ada yang memancar,,mungil… Dan ku bergerak mengikutinya. Ah,,menyenangkan. Meskipun sedikit menegangkan. Kcipak-kcipak air terdengar jelas,,meskipun lirih. Sepinya malam ikut menenggelamkan segala kebisingan,,kecuali kebisingan alam. Kunang-kunang. Tak kuasa menahan diri untuk menangkapnya dalam genggaman. Ternyata tak berumur lama dalam udara hari. Tapi telah kuabadikan di mata teduh dalam pandangan kelopak. Untuk selalu bersinar,,untukmu.